kancasehat.com. Jerawat merupakan masalah yang sering dialami terutama oleh
remaja yang memasuki masa pubertas. Masalah ini biasanya hilang saat seseorang
sudah melewati masa pubertasnya dan menjadi dewasa. Jerawat timbul akibat tersumbatnya
folikel rambut pada kulit oleh lemak dan sel kulit mati. Jerawat biasanya
timbul di wajah, punggung, dada, dan lengan bagian atas. Jerawat ditandai
dengan adanya benjolan kecil merah (papula), kista besar, atau nodul. Jerawat
lebih sering timbul pada pria dan ada kemungkinan diturunkan dalam keluarga.
Nah, mari kita mengenal lebih dekat jerawat agar lebih tahu tentang gejala,
penyebab, serta cara mengatasi dan mencegah jerawat.
Jenis – jenis Jerawat
- Blackheads (komedo terbuka), merupakan sumbatan besar pada pori – pori kulit. Komedo memiliki warna yang hitam atau cokelat keabu-abuan yang diakibatkan karena adanya perubahan kimiawi dari sumbatan yang melunak dalam pori-pori. Kadang – kadang dokter dapat mengeluarkan sumbatan komedo tersebut.
- Whiteheads (komedo tertutup), merupakan sumbatan pori – pori dengan lubang kecil. Pada umumnya, jenis komedo yang satu ini susah dihilangkan tanpa bantuan dokter
- Pustula, yaitu benjolan putih atau kuning yang diakibatkan karena adanya tumpukan bakteri dalam pori – pori sehingga menyebabkan terjadinya peradangan dan menimbulkan nanah. Sering kali kita memencet jerawat ini, namun hal ini justru dapat memperparah kondisi dan menyebabkan jerawat yang lebih parah / besar.
- Kista, yaitu lesi dalam yang berisi nanah disertai dengan rasa nyeri. Kista ini dapat menyebabkan jaringan parut
Penyebab Timbulnya Jerawat
Jerawat dapat ditimbulkan oleh beberapa penyebab. Penyebab umum
timbulnya jerawat adalah :
- Terjadinya peningkatan hormon yang menyebabkan kelenjar sebasea membesar, hal ini mengakibatkan timbulnya minyak lebih banyak. Banyaknya minyak ini berdampak pada tersumbatnya pori – pori, sehingga timbul jerawat
- Faktor keturunan, jerawat dapat diturunkan secara genetif
- Stress, peningkatan kadar stress dapat memicu timbulnya jerawat
- Pemakaian obat, beberapa jenis obat seperti kortikosteroid, obat anti tuberkulosa dapat menjadi pemicu timbulnya jerawat
- Peningkatan aktivitas lapisan atas kulit di sekitar folikel rambut (folikel hyperkeratinization), dapat juga menjadi penyebab timbulnya jerawat
- Bakteri, infeksi bakteri Propionabacterium Acnes yang merupakan bakteri yang menyebabkan timbulnya jerawat
Langkah – langkah Penanganan dan Pencegahan Timbulnya Jerawat
Memiliki kulit yang berjerawat tentunya mengganggu
penampilan kita. Bahkan kulit berjerawat
seringkali membuat seseorang menjadi minder untuk bersosial dengan orang lain. Untuk
mengatasi hal tersebut agar tidak terjadi, berikut ini beberapa cara untuk
mengatasi jerawat.
- Sebagian besar kasus jerawat dapat diatasi dengan menggunakan lotion, gel, atau krim anti jerawat yang banyak dijual bebas di pasaran. Krim anti jerawat ini biasanya mengandung benzoil peroksida, resorsinol, asam salisilat, serta belerang / sulfur. Benzoil peroksida mempunyai peran sebagai pembasmi bakteri penyebab jerawat sertamambantu mengeringkan lesi. Untuk saat ini resorsinol, asam salisilat, dan belerang jarang digunakan, namun kandungan zat – zat tersebut mungkin dapat membantu menghancurkan komedo.
- Oleskan obat anti jerawat pada daerah yang timbul jerawat sesuai dengan petunjuk penggunaan obat. Jika kulit menjadi sangat kering, kurangi dosis penggunaan obat.
- Jangan pernah mengorek atau memencet jerawat karena dapat memperparah dan membuat timbulnya jerawat yang lebih besar
- Bersihkan wajah secara teratur dengan sabun ringan tidak lebih dari dua kali sehari
- Jaga kebersihan rambut dengan mencucinya secara rutin karena rambut yang kotor dapat membuat jerawat lebih banyak
- Pakailah pelembab, kosmetik dan sunblock yang water based dan non komedogenik sehingga tidak akan menyumbat pori – pori
- Aplikasikan masker wajah yang dapat mengurangi kadar minyak pada wajah
- Hindari stres
- Istirahatlah yang cukup, jangan terlalu banyak begadang
- Konsultasikan dengan dokter jika tidak ada tanda – tanda jerawat anda berkurang atau membaik untuk menghindari terjadinya jaringan parut
Jika anda melakukan konsultasi epada dokter, tindakan yang
mungkin akan dilakukan oleh dokter adalah sebagai berikut :
- Memberikan resep lotion, krim, atau gel anti jerawat yang mengandung bahan tretinoin atau bahan aktif serupa. Obat – obatan ini dapat membantu menghentikan timbulnya jerawat dengan mencegah tersumbatnya pori – pori. Pencegahan tersumbatnya pori dilakukan dengan cara membantu mengelupas lapisan atas kulit
- Memberikan obat antibiotik untuk menghambat berkembangnya bakteri penyebab jerawat serta mengurangi peradangan
- Pada kasus yang serius, jerawat dapat diobati dengan mengkonsumsi kapsul yang mengandung isotretinon. Namun, obat ini memiliki efek samping dan tidak diperbolehkan dikonsumsi oleh wanita hamil atau yang berencana hamil dalam waktu dekat.
- Melakukan penyuntikan beberapa jenis obat pada lesi jerawat tertentu yang bertujuan untuk mencegah timbulnya jaringan parut
- Penggunaan obat jerawat topikal (obat luar) yang dikombinasikan dengan obat yang diresepkan oleh dokter anda dapat membantu mencegah timbulnya jerawat yang lebih banyak lagi dan mencegah timbulnya jaringan parut. Namun demikian tetap konsultasikan dengan dokter anda.


0 comments:
Post a Comment