kancasehat.com. Dehidrasi mungkin bagi beberapa dari kita dianggap merupakan
masalah sepele. Namun tahukah anda bahwa dehidrasi dapat menimbulkan masalah
serius pada tubuh kita bahkan dengan resiko kematian. Mengerikan bukan? Oleh karena
itu mari kita mengenal dehidrasi yang sering kita sepelekan ini.
Pengertian Dehidrasi
Dehidrasi merupakan kondisi dimana tubuh mengalami
kekurangan cairan sehingga tubuh kita tidak dapat bekerja dengan baik. Seperti kita
ketahui, tubuh kita idealnya memiliki kandungan cairan sebanyak 70% dari komposisi
total tubuh untuk dapat bekerja dengan baik. Jadi, jika cairan tersebut
berkurang dan tidak mencukupi untuk mendukung kinerja tubuh, maka akan timbul
masalah pada tubuh kita.
Gejala dan tanda awal dehidrasi
Banyak orang yang mengidentikkan dehidrasi dengan rasa haus.
Namun, hal itu ternyata tidak tepat karena haus hanya salah satu tanda tubuh
kita mengalami dehidrasi. Ciri – ciri atau tanda- tanda tubuh kita mengalami
dehidrasi adalah :
- Warna air seni, normalnya warna urin kita adalah jernih dan tidak berwarna, semakin kuning warna air seni kita maka tingkat dehidrasi pada tubuh kita semakin berat / parah
- Timbulnya rasa gelisah
- Mudah Tersinggung
- Haus semakin bertambah, mulut kering, air mata kering
- Jika pada anak – anak, biasanya dehidrasi akan membuat anak-anak menjadi rewel
Tanda lanjutan dari dehidrasi adalah :
- Rasa lemas
- Kelelahan
- Menurunnya kesadaran
- Berkurangnya kelenturan kulit, hal ini dapat diketahui dengan cara mencubit kulit, jika kulit ditarik atau dicubit dan kembalinya lebih lambat, berarti kelenturan kulit kita berkurang
- Berkurangnya jumlah air seni, karena cairan yang diubah menjadi urine mengalami penyusutan
- Mata menjadi cekung
Masalah yang dapat ditimbulkan akibat dehidrasi
- Kerusakan organ ginjal, ginjal merupakan organ tubuh kita yang berfungsi sebagai penyaring kotoran dalam darah. Saat tubuh mengalami dehidrasi, darah akan menjadi lebih kental dari yang seharusnya, akibatnya ginjal bekerja lebih keras untuk dapat menyaring darah yang kental tersebut dan beresiko membuat fungsi ginjal menjadi menurun atau bahkan rusak
- Syok, ditandai dengan wajah pucat, nafas menjadi lebih cepat, timbul keringat dingin, detak jantung menjadi lebih cepat namun tekanannya melemah, penurunan kesadaran
- Kematian, dapat terjadi karena kegagalan kerja organ tubuh akibat dehidrasi
Penyebab Dehidrasi
Dehidrasi dapat dipicu karena keadaan berikut ini :
- Keringat berlebihan, keringat merupakan cairan tubuh yang berfungsi untuk mendinginkan suhu tubuh, keringat yang keluar akan mengurangi cairan tubuh kita dan mengakibatkan dehidrasi
- Heat stroke, yaitu saat seseorang berada di lingkungan dengan suhu yang sangat panas, pada serangan heat stroke ini suhu tubuh penderita bisa mencapai 40 derajat celcius
- Diare dan muntah, diare dan muntah juga membuat cairan tubuh berkurang dengan cepat
- Diabetes, atau kencing manis bisa membuat seseorang bisa mengalami dehidrasi. baca artikel mengenai diabetes
- Kurang minum, cairan tubuh akan berkurang seiring dengan aktivitas metabolisme tubuh, untuk mengganti cairan tubuh asupan cairan (minum) dibutuhkan
Penanganan Dehidrasi
Jika anda mengalami atau melihat orang dengan tanda – tanda dehidrasi di atas, maka
lakukan langkah berikut untuk menghindari masalah serius pada kesehatan kita :
- Minum air yang banyak, namun perlu diingat, jangan konsumsi kopi, teh, minuman beralkohol serta minuman bersoda,
- Konsumsi oralit, oralit merupakan minuman yang dibuat dengan kandungan sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh. Oralit dapat dengan mudah ditemukan di apotek – apotek terdekat dengan harga yang terjangkau
- Untuk kasus yang terjadi pada anak / bayi, lanjutkan memberikan cairan, dapat berupa ASI, air putih, dan jus segar, jika dehdrasi disertai muntah / diare hebat dan tidak terkendali, segera hubungi dokter
Cara mencegah dehidrasi
Mengingat dehidrasi dapat mengakibatkan masalah yang serius,
sebaiknya anda menjaga diri anda agar tidak terkena dehidrasi. Untuk menghindarinya
atau mencegahnya, anda dapat melakukan hal – hal sebagai berikut :
- Minum air sepanjang hari, karena tubuh tetap bermetabolisme, maka kita harus mengganti cairan tubuh yang hilang akibat dari metabolisme tersebut dengan minum. Jangan menunggu sampai haus, karena bisa jadi saat haus tersebut, tubuh kita sebenarnya sudah mengalami dehidrasi.
- Pantau asupan cairan, minum lebih banyak saat sedang sakit
- Minum air dengan elektrolit, jika kita melakukan aktifitas fisik yang berat seperti olah raga berat, kita dapat melakukan rehidrasi dengan lebih baik jika mengkonsumsi air berelektrolit
- Pantau asupan cairan pada anak-anak, anak – anak memiliki toleransi yang lebih rendah terhadap suhu tinggi, oleh karena itu kita harus senantiasa memantau asupan cairan terutama saat beraktivitas pada suhu tinggi dan juga menggunakan aktifitas fisik
- Berikan cairan rehidrasi pada saat diare, berikan cairan rehidrasi oral setelah BAB dengan dosis minimal ¼ s.d. ½ cangkir untuk anak dengan usia 2 tahun kebawah, sedangkan untuk dewasa, minum cairan rehidrasi setidaknya 1 cangkir setelah BAB


0 comments:
Post a Comment